Darurat Kekeruhan dan Fungsi sungai yang Terancam

Sel, 01/09/2018 - 11:05 admin

Total Suspended Solid/TSS  (dalam artikel ini dibahasakan sebagai “kekeruhan”) Sungai Katingan sudah dalam taraf yang mengkhawatirkan.  Dalam beberapa tahun terakhir Sungai Katingan dilaporkan sudah tidak mampu lagi menampung beban pencemaran kekeruhan.  Dari Hasil Pemantauan Kualitas Air Sungai Katingan Semester I Tahun 2017 Sungai Katingan mengalami kelebihan Beban Pencemaran untuk kekeruhan rata-rata sebesar 296.3 Ton Per Tahun. Angka ini tentu saja mengejutkan karena kelebihan beban kekeruhan disungai Katingan dalam setahun setara  dengan muatan 60 buah Dump Truck. Nilai kelebihan beban Kekeruhan tertinggi berada di Kasongan sebesar 699,72 Ton per Tahun, (setara  140 dump truk) disusul Tumbang Samba 420,55 Ton Per Tahun (setara 85 dump truk) .

Peningkatan debit sungai karena air run off dari hujan yang masuk ke badan air, membawa serta partikel-partikel tanah yang menyebabkan kekeruhan. Dari sisi Status Mutu Sungai, DAS Katingan masih dalam tingkatan CEMAR RINGAN, namun dengan debit sungai yang demikian besar maka nilai kekeruhan tersebut menjadi besar dan tidak bisa diabaikan.



Padatan Melayang (Total Suspended Solid) adalah semua zat padat (pasir, lumpur, dan tanah liat) atau partikel-partikel  yang melayang dalam air dan dapat berupa komponen hidup (biotik) seperti fitoplankton, zooplankton, bakteri, fungi, ataupun komponen mati (abiotik) seperti detritus dan partikel-partikel anorganik.  Padatan Melayang menyebabkan kekeruhan air, merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia yang heterogen, dan berfungsi sebagai bahan pembentuk endapan yang paling awal dan dapat menghalangi kemampuan produksi zat organik di suatu perairan. Penetrasi cahaya matahari ke permukaan dan bagian yang lebih dalam tidak berlangsung efektif akibat terhalang oleh zat padat tersuspensi, sehingga fotosintesis tidak berlangsung sempurna.  TSS berhubungan erat dengan erosi tanah dan erosi dari saluran sungai. TSS sangat bervariasi, mulai kurang dari 5 mg L-1 yang yang paling ekstrem 30.000 mg L-1 di beberapa sungai. TSS tidak hanya menjadi ukuran penting erosi di alur sungai, juga berhubungan erat dengan transportasi melalui sistem sungai nutrisi (terutama fosfor), logam, dan berbagai bahan kimia industri dan pertanian (Anonymous, 2002). Semakin tinggi TSS, menjadi tanda bahwa telah terjadi peningkatan erosi di sempadan sungai.

Catatan yang perlu digaris bawahi adalah bahwa kelebihan beban TSS, akan menginisiasi pembentukan endapan yang menyebabkan pendangkalan sungai. Kedepan bila tanpa upaya yang komprehensif, maka beberapa fungsi vital sungai Katingan akan terancam.  Pendangkalan sungai akan mengancam lalu lintas transportasi masyarakat Katingan terutama dibagian hulu, dimana sampai saat ini jalur darat masih belum dapat menjangkau kecamatan yang paling ujung yaitu Kecamatan Bukit Raya, sehingga transportasi air masih merupakan satu-satunya urat nadi transportasi masyarakat. Kondisi ini dirasakan masyarakat terutama saat tiba musim kemarau dimana debit air berkurang dan muka air mengalami penurunan. Walaupun tidak terputus sama sekali, bila air surut maka yang dapat beroperasi hanyalah jukung-jukung kecil dengan kekuatan mesin dan daya angkut yang terbatas, sehingga waktu tempuh akan lebih lama. Dengan demikian bila tidak dilakukan langkah nyata disusul dengan peningkatan kesadartahuan masyarakat terhadap lingkungannya, maka kondisi ini akan semakin parah dari waktu kewaktu.