Gambaran Umum Konservasi Katingan untuk Borneo

Min, 05/15/2016 - 22:15 admin

Kabupaten Katingan dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 5 tahun 2002 yang merupakan bagian dari 14 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Wilayah ini merupakan hasil pemekaran dari kabupaten induk Kotawaringin Timur. Kasongan sebagai ibukota kabupaten secara geografis terletak di tengah-tengah Kabupaten Katingan yang terdiri dari 13 kecamatan, 154 Desa dan 7 Kelurahan. Kabupaten Katingan berada di daerah katulistiwa terbentang antara Sungai (DAS) Katingan yang panjangnya mencapai ±650 km dan berada di tengah-tengah Provinsi Kalimantan Tengah, yang secara geografis Provinsi Kalimantan tengah berada di tengah-tengah Indonesia.

Dari sisi administratif Kabupaten Katingan berbatasan dengan beberapa daerah lain :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat;
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Gunung Mas, Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau;
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan laut Jawa;
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan.

Pertanian menyumbang 39,25% dari produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Katingan, tanaman utamanya adalah tanaman pangan (padi, palawija, dll), kelapa sawit, rotan, karet, kelapa. Mata pencaharian masyarakat bergantung pada kayu, pertanian wanatani, dan hasil hutan non-kayu. Lebih dari 60% masyarakat mencari nafkah dari karet dan rotan, meskipun produktivitas karet mereka jauh lebih rendah dibandingkan dengan usaha perkebunan berskala besar. Sebagian masyarakat juga beternak dan menanam padi, terutama masyarakat yang hidup di wilayah bagian selatan Kabupaten Katingan yang sekarang merupakan lumbung padi Kabupaten Katingan dan Kalimantan Tengah. Bagian utara lebih banyak pola pertanian dengan cara berladang.

Selain pertanian, hutan merupakan sumber mata pencaharian dan hasilnya berupa madu, gemor, gaharu, berbagai jenis rotan, tumbuhan obat. Binatang-binatang sebagai sumber protein seperti babi hutan, rusa, burung dan ikan pada danau-danau kecil di hutan, sangatlah penting bagi ekonomi masyarakat.

Pada musimnya, masyarakat tahu dimana mengambil buah-buahan hutan, sayur-sayuran hutan dan juga bahan baku untuk keperluan peralatan rumah tangga (hasil anyaman, bahan bangunan rumah dan peralatan rumah tangga).

Kabupaten Katingan merupakan sentra produksi rotan di Kalimantan Tengah dengan rata-rata produksi rotan asalan yang dipasarkan mencapai 600-800 ton setiap bulannya. Jenis Rotan yang banyak diusahakan masyarakat Katingan, meliputi Rotan Taman (Sega dan Irit), Rotan marau/manau dan Rotan Sabutan. Lebih dari 51% Rumah Tangga (12.746 KK) atau seluas ±325.000 Ha dari wilayah Kabupaten.

Luas kawasan hutan di wilayah Kabupaten Katingan mencapai 1.788.839 Ha atau 88,62% dari luas wilayah dan merupakan satu-satunya kabupaten di Indonesia yang memiliki 2 taman nasional (Taman Nasional Bukit Raya - Bukit Baka dan Taman Nasional Sebangau), berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten, Kabupaten Katingan mencanangkan Kawasan Lindung 44.301,39 Ha, Kawasan Budidaya Kehutanan seluas 892.218 Ha.

Disadari sepenuhnya bahwa kegiatan pembangunan yang bersifat fisik dan berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam mengandung resiko terjadinya perubahan ekosistem yang mengakibatkan dampak negatif maupun positif. Oleh sebab itu, kegiatan pembangunan yang dilaksanakan selain berwawasan sosial dan ekonomi juga harus berwawasan lingkungan. Pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan keanekaragaman hayati (biodiversity) memunculkan suatu inisiatif yang didorong oleh kesadaran para penentu kebijakan serta didukung oleh stakeholder dan menjadikan suatu keyakinan bahwa dimasa mendatang Kabupaten Katingan akan menjadi salah satu kabupaten yang mempunyai peran sangat penting bagi paru-paru dunia.

Atas dasar tersebut maka launching dan deklarasi Visi Lingkungan Kabupaten Katingan yaitu “Konservasi Katingan untuk Borneo (Katingan Conservation For Borneo)” dan Motto Kota Kasongan sebagai Ibu Kota Kabupaten Katingan yaitu “Kasongan Kota Hijau (The Green Kasongan)” dan telah dituangkan dalam Peraturan Bupati Katingan Nomor 34 Tahun 2014 tanggal 17 September 2014. Kabupaten Katingan telah menepatkan diri sebagai kabupaten yang menerapkan kaidah-kaidah konservasi dalam pengelolaan pembangunan wilayahnya.


Topik Terkait :


  1. Definisi Konservasi Katingan untuk Borneo (KKB)

  2. Latar Belakang dan Isu Strategis Konservasi Katingan untuk Borneo (KKB)

  3. Tujuan Kabupaten Konservasi

  4. Cakupan Wilayah Konservasi