Membuka Kembali Komitmen Bersama Ketua RT Lingkup Kasongan dan Kereng Pangi

Kam, 04/20/2017 - 20:52 admin

Kamis 24 Nopember 2016, dalam acara sosialisasi pengolahan sampah serta penyerahan hibah alat pembuat kompos kepada masyarakat, pada saat itu hadir Ketua RT se-Katingan Hilir dihadiri pula Lurah Kasongan Lama, Lurah Kasongan Baru dan Kepala Desa Hampalit, Camat Katingan Hilir dan Kepala BLH Kabupaten Katingan. Dalam acara itu dilakukan pula penandatangan Nota Kesepahaman mengenai Komitmen Bersama dalam menciptakan Lingkungan bersih, indah sehat dan nyaman di lingkungan masing-masing.

Komitmen itu antara lain :


1. Bersama masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, indah, sehat dan nyaman di lingkungan RT masing-masing.


2. Mewajibkan setiap rumah tangga untuk menyiapkan tong sampah di depan rumah


3. Membudayakan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya


4. Membudayakan masyarakat untuk mengelola sampah dengan prinsip 3R (Mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang).


5. Membudayakan masyarakat untuk mengolah sampah organik menjadi kompos, yang berwawasan lingkungan.


Lima komitmen tersebut adalah wujud dari niat bersama menjadikan lingkungan masing-masing sebagai ruang yang layak untuk hidup dan beraktifitas. Dalam perjalanan waktu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Katingan telah berupaya membuat stimulus kepada masyarakat untuk memahami dan menyadari arti pentingnya pengelolaan sampah bagi kelangsungan kehidupan yang sehat. Stumulan itu berupa berbagai program sosialisasi yang di tindaklanjuti dengan penyerahan hibah kepada masyarakat berupa komposter, gerobak sampah, motor roda tiga pengangkut sampah, dan tong sampah terpilah.

Agar komitmen tersebut menjadi aksi nyata dalam aktivitas masyarakat, maka peran Ketua RT sebagai Pemimpin Lembaga Kemasyarakatan yang dalam salah satu fungsinya sebagai penggerak swadaya gotong-royong dan partisipasi masyarakat harus mengemuka.

Usaha-usaha menggerakkan masyarakat untuk membuat kebiasaan-kebiasaan baru secara kontinu dan berkesinambungan, yang pada akhirnya nanti akan terkonstruksi menjadi sebuah budaya baru didalam masyarakat  bukanlah pekerjaan yang mudah sebagaimana membalikkan telapak tangan. Namun kata hal yang sulit bukan merupakan kemustahilan, bila ketua RT memulai langkah dan gerakannya maka pasti akan dapat diinventarisasi hal-hal yang menjadi Kekuatan masyarakat, kelemahan, tantangan dan hambatan. Bila hal-hal tersebut dapat didokumentasikan maka hal tersebut akan memudahkan berbagai pihak lintas sektoral untuk memandu, memandu dan memberikan pendampingan. Demikian juga Instansi teknis seperti Dinas Lingkungan Hidup dapat dengan mudah mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang dapat dibantu dan didukung.

Pemerintah setiap tahun telah menyiapkan penghargaan berupa kalpataru bagi perseorangan/kelompok yang berjasa dalam melestarikan  lingkungan hidup, Kalpateru dewasa ini terbagi dalam beberapa kategori antara lain: Perintis Lingkungan,Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan, Pembina Lingkungan. Ketua RT, atau siapapun berupa perorangan, atau kelompok masyarakat yang memulai membudayakan lingkungan bebas sampah layak didorong dan dibantu untuk meraih penghargaan Kalpataru. Pak RT apakah sudah siap? (iogy)