Rencana Aksi Kasongan Kota Hijau

Sel, 04/26/2016 - 17:51 admin

Rencana Aksi The Green Kasongan merupakan kota yang ramah lingkungan, dalam hal pengefektifan dan mengefisiensikan sumber daya air dan energi, mengurangi limbah, menerapkan sistem transportasi terpadu, menjamin adanya kesehatan lingkungan, dan mampu mensinergikan lingkungan alami dan buatan, yang berdasarkan perencanaan dan perancangan kota yang berpihak pada prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan (lingkungan, sosial, dan ekonomi). Kota Hijau memiliki 8 (delapan) atribut yaitu Green Planning and Desain, Green Community, Green Building, Green Energy, Green Water, Green Transportation, Green Waste, Green Openspace. Atribut tersebut kemudian menjadi variabel penting dan ditindaklanjuti dalam penyusunan Rencana Aksi Kota Hijau (RAKH). Berdasarkan pada pemikiran tersebut, perlu disusun Rencana Aksi Kota Hijau Kota Kasongan dengan mengacu pada rencana tata ruang yang berlaku. Harapannya RAKH bisa memberikan kontribusi yang nyata dalam perwujudan Kota Kasongan sebagai kota hijau berkelanjutan.

Motto Kota Kasongan adalah The Green Kasongan merupakan kota yang memiliki karakteristik dan potensi berupa objek wisata yang bersifat religius. Salah satu objek wisata itu adalah Bukit Batu yang menjadi satu kawasan dengan Kebun Raya Katingan dengan luas 127 Ha dan berada di Jalan Tjilik Riwut Km. 11 arah Kasongan – Palangka Raya. Keberadaan Bukit Batu dan Kebun Raya Katingan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi perkembangan pariwisata di Kota Kasongan yang juga membawa pengaruh positif bagi perkembangan sektor perdagangan dan jasa, karena di dalam Kebun Raya Katingan ini di dalamnya terdapat Situs Budaya Pertapaan Tjilik Riwut, Tanaman Buah Endemik, Taman Tematis, Camping Ground dan Outbound.Pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan dan jasa tersebut memberikan konsekuensi logis berupa pertambahan kebutuhan lahan terbangun. Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Katingan harus berusaha mempertahankan dan mengoptimalkan potensi-potensi tersebut dengan tetap memperhatikan daya tampung dan daya dukung wilayah agar Kota tetap berkelanjutan (sustainable).

Selain memiliki Obyek wisata Bukit Batu, Kebun Raya Kasongan dan juga memiliki Taman Keanekaragaman Hayati dan Taman Hijau yang biasa di sebut sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Berdasarkan kepemilikannya, RTH perkotaan dibedakan dalam kategori RTH privat dan RTH publik. RTH privat di Kota Kasongan berupa RTH pekarangan rumah pribadi dan pekarangan/halaman perkantoran. Sedangkan untuk kondisi luasan masing-masing areal Konservasi dan RTH di Kota Kasongan dapat dilihat pada tabel berikut ini :

 

Strategi, Kebijakan dan Rencana Pengembangan The Green Kasongan mempunyai komitmen untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Komitmen tersebut ditekankan pada penataan ruang Kota Kasongan yang diharapkan menjadi kota yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan berarti Kota Kasongan berusaha untuk mewujudkan wilayah kota yang aman dan nyaman untuk ditinggali, serta produktif dalam artian mampu memberikan hasil yang optimal yang mampu memberikan nilai tambah bagi Kota Kasongan. Sedangkan berkelanjutan dimaksudkan agar Kota Kasongan tidak hanya memperhatikan generasi saat ini dalam tata ruang, namun juga bagaimana kota dapat tetap nyaman bagi generasi di masa yang akan datang dengan memperhatikan lingkungan. Kebijakan dan Strategi untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan adalah sebagai berikut :

1. Kebijakan Green Open Space

Strategi peningkatan penyediaan ruang terbuka hijau :

  1. mempertahankan fungsi dan menata ruang terbuka hijau yang ada;
  2. mengembalikan ruang terbuka hijau yang telah beralih fungsi; dan
  3. meningkatkan ketersediaan ruang terbuka hijau meliputi hutan kota, lapangan olahraga terbuka, taman kota, taman lingkungan, sabuk hijau, jalur hijau jalan, sempadan, dan inovasi penyediaan RTH lainnya

2. Kebijakan Green Community

Strategi peningkatan penyediaan ruang terbuka hijau kota : mendorong peran serta masyarakat dan swasta dalam penyediaan dan pengelolaan ruang terbuka hijau kota.

3. Kebijakan Green Water

Strategi peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan sarana dan prasarana lingkungan permukiman :

a.   mengembangkan sistem jaringan drainase secara terintegrasi; dan

b.   mengembangkan konservasi sumber daya air untuk menjaga ketersediaan serta keberlanjutan sumber daya air.

4. Kebijakan Green Waste

Strategi peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan sarana dan prasarana lingkungan permukiman :

a. meningkatkan sistem pengelolaan persampahan terpadu dengan teknik teknik yang berwawasan lingkungan juga penyediaan lahan untuk Tempat Pembuangan Sementara Terpadu (TPST) yang memadai; dan

b. meningkatkan prasarana pengelolaan air limbah rumah tangga yang berbasis komunal.

5. Kebijakan Green Energy 

Strategi peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan sarana dan prasarana lingkungan permukiman : mengembangkan prasarana jaringan listrik dan sumber energi listrik alternatif (energi baru terbarukan).

 

Kegiatan Rencana Aksi untuk mewujudkan The Green Kasongan meliputi penarapan beberapa atribut Kota Hijau. Atribut kota hijau terdiri dari :

  1. dan perancangan kota (Green Planning and Design), yang bertujuan meningkatkan kualitas rencana tata ruang dan rancang kota yang lebih sensitif terhadap agenda hijau, upaya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.
  2. Pembangunan ruang terbuka hijau (Green Open Space) untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas RTH sesuai dengan karakteristik kota/kabupaten, dengan target RTH 30%.
  3. Komunitas hijau (Green Community) yaitu pengembangan jaringan kerjasama pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha yang sehat.
  4. Pengurangan dan pengolahan limbah dan sampah (Green Waste) yaitu dengan menerapkan pengelolaan limbah dan sampah hingga menghasilkan zero waste.
  5. Pengembangan sistem transportasi berkelanjutan (Green Transportation) yaitu dengan mendorong warga untuk menggunakan transportasi publik ramah lingkungan, serta berjalan kaki dan bersepeda dalam jarak pendek.
  6. Peningkatan kualitas air (Green Water) dengan menerapkan konsep ekodrainase dan zero runoff.
  7. Green Energy, yaitu pemanfaatan sumber energi yang efisien dan ramah lingkungan.
  8. Green Building, yaitu penerapan bangunan hijau yang hemat energi.