Saat Ini 73,24% Sungai Di Indonesia Berada Pada Status Tercemar Cukup Berat

Sen, 04/17/2017 - 14:52 admin

DLHKatinganNews. “Saat ini 73,24% sungai di Indonesia berada pada status tercemar cukup berat, sedangkan 2,01% memenuhi baku mutu kualitas air kelas II”, demikian pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Siti Nurbaya disela-sela peresmian Ekoriparian Ciliwung Srengseng Sawah, sebuah program yang bertujuan memperbaiki dan melestarikan kualitas air Daerah Aliran Sungai Ciliwung.  Fasilitas Ekoriparian sendiri dibangun atas prakarsa KLHK dan Pemerintah DKI Jakarta dengan tujuh perusahaan dan komunitas masyarakat terlibat dalam pembangunan fasilitas Ekoriparian, antara lain yaitu jalur jogging dari limbah penambangan (tailing), saung edukasi dan pengolahan air limbah warga, saung edukasi pengolahan sampah organik, area tanaman obat keluarga, saung edukasi air, serta bantuan pengadaan perahu dan pengadaan semen.

            Berkaca dengan hal tersebut masyarakat Katingan memiliki anugrah yang sangat besar berupa Sungai Katingan yang mengalir membelah wilayah Katingan sepanjang 650 km. Sungai Katingan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat yang sebenarnya. Hampir 80 % masyarakat Katingan hidup dan bermukim di sekitar sungai, selain dimanfaatkan sebagai sumber air, Sungai Katingan merupakan sarana transportasi utama yang menghubungkan hulu dan hilir. Sungai Katingan juga berfungsi sebagai habitat utama berbagai jenis Ikan Air Tawar sebagai sumber makanan utama masyarakat Katingan bahkan Katingan merupakan salah satu pemasok kebutuhan ikan tawar bagi Ibukota Kalimantan Tengah, Palangka Raya.

            Permasalahan mendasar yang saat ini mengancam kelestarian Sungai Katingan adalah kekeruhan sebagai salah satu parameter dominan dalam pencemaran air sungai katingan. Selain karena faktor alam  berupa erosi, berbagai aktivitas domestik seperti Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) diduga berperan dalam peningkatan kekeruhan Air Sungai Katingan. Dalam taraf tertentu kekeruhan akan menimbulkan dampak bagi aktvititas pembudidayaan ikan keramba, serta menimbulkan pendangkalan sungai. Ketika musim kemarau tiba, permasalahan pendangkalan sungai mulai dirasakan di Sungai Katingan segmen Hulu, dimana pendangkalan sungai akan menghambat lalu-lintas transportasi air antar desa.

            Untuk menjaga anugerah berupa Sungai Katingan ini perlu adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai, dan upaya Pemerintah Daerah dalam memberikan solusi yang sistematik dan integratif, terutama dalam meredam pertumbuhan aktifitas PETI di badan Sungai Katingan