Konservasi Katingan


KONSERVASI KATINGAN UNTUK BORNEO


Konservasi (Conservation) berasal dari kata con yang artinya bersama (together) dan servave yang artinya menjaga/menyelamatkan (keep/save), jadi konservasi memiliki arti “Jagalah apa yang kamu punya dan gunakan secara bijaksana (keep/save what have and wise in using).Idea konsep konservasi pertama kali dikemukakan oleh Theodore Rosselvelt (1902) Presiden ke 26 Amerika Serikat.

Prinsip K onservasi sudah dikenal sejak dahulu pada masa Raja Asoka memerintah yaitu tahun 252. Prinsip ini diartikan sebagai perlindungan. Seiring dengan prinsip konservasi (perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan) semakin berkembang. Raja William Inggris (1084 M) memerintahkan  untuk menyiapkan “The Domesday Book” yang merupakan suatu inventarisasi  hutan, tanah, daerah penangkapan ikan, areal pertanian, taman buru dan sumber daya produktif yang digunakan sebagai dasar perencanaan rasional bagi pengelolaan pemanfaatan Sumber Daya Alam.

Sejak saat itu konsep tentang prinsip konservasi modern lahir, konsep ini sebenarnya merupakan gabungan dari 2 (dua) prinsip konservasi kuno yang ada yaitu :

  1. Kebutuhan untuk merencanakan pengelolaan Sumber Daya Alam yang didasarkan pada inventarisasi;
  2. Tindakan perlindungan dilakukan untuk menjamin agar Sumber Daya Alam tidak habis.

Sementara negara maju kini menikmati kemakmuran dari era teknologi, mekanisasi, jasa dan teknologi informasi. Penekanannya pada pengawetan dan perlindungan dan pemanfaatan  secara lestari yang merupakan salah satu dari pilar konservasi tidak pernah dibangun dengan baik.

Kabupaten konservasi mengusung konsep pembangunan berkelanjutan yaitu :

  • Membawa keseimbangan antara konservasi dan pembangunan .
  • Membawa keseimbangan diantara ketiga pilar konservasi (perlindungan, pengawetan dan dengan memberikan penekanan pada pemanfaatan yang lestari).