Sejarah Pengelolaan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya

 

Peta Situasi TNBBBR


TNBBBR  merupakan gabungan dari Cagar Alam Bukit Baka di Propinsi Kalimantan Barat dan Cagar Alam  Bukit Raya di Propinsi Kalimantan Tengah. Penetapan Kawasan ini mengalami beberapa kali perubahan.

Pertama, tahun 1978 kawasan Bukit Raya ditetapkan sebagai Cagar Alam dengan luas  50.000 Ha, yaitu  dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 409/Kpts/Um/6/1978 tanggal 6 Juni 1978 tentang Penunjukan Areal Bukit Raya sebagai Cagar Alam telah dialokasikan areal seluas ± 50.000 Ha.

Kedua, tahun 1979 kawasan tersebut diperluas menjadi 110.000 Ha, dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor :  781/Kpts/Um/12/1979 tanggal 17 Desember 1979 tentang Penunjukan Areal Hutan Bukit Raya di Daerah Tk. II Kasongan, Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah ditetapkan lagi areal seluas ± 60.000 Ha sebagai suaka alam cq. Cagar Alam, sehingga luas areal Cagar Alam Bukit Raya ditingkatkan dari 50.000 Ha menjadi 110.000 Ha.

Ketiga, tahun 1981 Kawasan Bukit Baka ditetapkan sebagai kawasan Cagar Alam dengan luas 110.000 Ha, yaitu dengan keputusan Menteri Pertanian Nomor : 1050/Kpts/Um/12/1981 tanggal 24 Desember 1981 tentang Penunjukan Kompleks Hutan Serawai dan Menukung Seluas ± 100.000 Ha yang terletak di Daerah Tk. II Sintang, Daerah Tk.I Kalimantan Barat.  

Keempat, tahun 1982 luas Cagar Alam Bukit Baka bertambah menjadi 116.063 Ha.

Kelima, tahun 1987 mengalami pengurangan luas Cagar Alam menjadi 70.500 Ha, yaitu berdasarkan  Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 192/Kpts-II/1987 tanggal 9 Juni 1987 tentang Perubahan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 1050/Kpts/Um/12/1981 tentang Penunjukan Kompleks Hutan Serawai dan Menukung Seluas 100.000 Ha yang terletak di Daerah Tk. II Sintang, Daerah Tk. I Kalimantan Barat Sebagai Cagar Alam, luas Kawasan Cagar Alam Bukit Baka dikurangi dari 116.093 Ha menjadi 70.500 Ha.

Keenam, tahun 1992, Cagar Alam Bukit Baka dan cagar Alam Bukit Raya melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 281/Kpts-II/1992, tanggal 26 Pebruari 1992 menjadi seluas 181.090 Ha.

Kawasan ini awalnya dikelola melalui Proyek Pengembangan TNBBBR Sub BKSDA Propinsi Kalimantan Barat. Dalam mempersiapkan Rencana Pengelolaannya, Departemen Kehutanan bekerjasama dengan USAID-NRMP dan ITTO-SFMP untuk implementasi rencana pengelolaan tersebut. Identifikasi yang lebih spesifik dalam 25 tahun sesuai rencana pengelolaan TNBBBR (NRMP, 1993) mencakup identifikasi dan inventarisasi flora dan fauna, survey tipe ekosistem, pemetaan komunitas flora, dan penentuan jenis jenis yang diprioritaskan untuk usaha-usaha konservasi.

Nilai utama penetapan kawasan TNBBBR adalah sebagai perwakilan  tipe ekosistem hutan hujan  tropis  pegunungan  dan sebagai habitat satwaliar baik  yang dilindungi maupun yang belum dilindungi (SK  No. 281/Kpts-II/1992). Tujuan utama dari pengelolaan TNBBBR adalah:

(a) Melindungi Sumber Daya Alam  dan Keanekaragaman Hayati,

(b) Melindungi tata air, dan

(c) Mendukung Pengembangan Masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional. (Sumber : Statistik TNBBR, 2009)


Download :